Angkringan, sebuah warung kopi kecil yang menjadi ikon budaya di Jogja. Warung kecil ini menawarkan pengalaman kuliner yang unik dan sangat terjangkau. Angkringan biasanya berada di pinggir jalan atau di gang-gang sempit. Saat malam tiba, angkringan menjadi tempat nongkrong favorit warga Jogja untuk bersantai, ngobrol, dan menikmati jajanan khas Jogja.

Awal Mula Angkringan

Pada awalnya, angkringan hanya menjadi tempat berkumpul para buruh dan tukang becak di kota Jogja. Namun, seiring berjalannya waktu, angkringan menjadi tempat nongkrong bagi semua kalangan. Kini, angkringan sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Jogja.

Salah satu ciri khas angkringan adalah meja dan kursi kayu yang sederhana. Meja kecil tersebut dilengkapi dengan laci untuk menyimpan bumbu-bumbu makanan, sendok, dan tisu. Di atas meja, terdapat pilihan makanan dan minuman yang dijual di angkringan. Di antaranya adalah nasi kucing, sate telur puyuh, mie goreng, nasi goreng, dan berbagai jenis minuman seperti kopi, teh, jahe, wedang ronde, dan wedang jahe.

Nasi kucing menjadi salah satu jajanan yang menjadi favorit di angkringan. Nasi kucing adalah nasi yang disajikan dalam porsi kecil dan dilengkapi dengan lauk yang kecil. Lauknya bisa berupa sate telur puyuh, tahu, tempe, atau ayam suwir. Nasi kucing sangat cocok sebagai makanan ringan atau sebagai teman ngopi.

Selain itu, kopi menjadi minuman yang sangat populer di angkringan. Kopi yang dijual di angkringan biasanya menggunakan biji kopi robusta yang memberikan cita rasa yang kuat dan aromatik. Biji kopi tersebut dipanggang di angkringan sendiri sehingga memberikan aroma yang khas.

Saat malam tiba, angkringan menjadi tempat nongkrong yang sangat ramai. Banyak orang yang datang ke angkringan untuk melepas penat setelah seharian bekerja atau belajar. Mereka duduk-duduk di kursi kayu yang sederhana, sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual di angkringan. Di beberapa angkringan, sering ada hiburan seperti musik live atau pertunjukan seni yang memeriahkan suasana.

 

Angkringan bukan hanya sekedar warung kopi, namun juga menjadi tempat berkumpulnya komunitas-komunitas tertentu. Di angkringan, mereka bisa berkumpul dan mengobrol dengan santai sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual di angkringan.

Tak hanya itu, angkringan juga menjadi tempat belajar bagi sebagian orang. Banyak pelajar dan mahasiswa yang datang ke angkringan untuk belajar bersama atau mengerjakan tugas kuliah. Mereka bisa belajar sambil menikmati kopi atau teh yang dijual di angkringan.

Mengapa Masyarakat Memilih Angkringan

Apa alasan masyarakat memilih angkringan sebagai teman hidup di kota Jogja, mari simak alasannya :

  1. Menu yang khas dan murah

Salah satu ciri khas angkringan yang paling terkenal adalah menu makanannya yang khas dan murah. Berbagai jenis makanan seperti nasi kucing, sate padang, sosis solo, gorengan, dan masih banyak lagi bisa didapatkan dengan harga yang sangat terjangkau. Selain itu, minuman seperti wedang jahe, teh poci, kopi jos, dan bir pletok juga menjadi menu favorit di angkringan.

  1. Konsep tempat yang sederhana

Angkringan memiliki konsep tempat yang sederhana dan nyaman. Biasanya angkringan terdiri dari meja dan kursi kayu yang diatur di pinggir jalan. Ada juga yang menggunakan tenda sebagai atapnya. Meskipun sederhana, angkringan memberikan kenyamanan bagi pengunjungnya.

  1. Lokasi strategis

Angkringan biasanya berlokasi di pinggir jalan atau di dekat kampus dan pusat perbelanjaan. Hal ini membuat angkringan menjadi tempat yang mudah diakses oleh banyak orang. Selain itu, lokasi yang strategis juga membuat angkringan menjadi tempat yang ramai dan selalu dipenuhi oleh orang-orang yang ingin nongkrong atau sekadar mencari makanan dan minuman.

  1. Atmosfer yang ramah

Atmosfer yang ramah adalah salah satu ciri khas angkringan. Karyawan angkringan biasanya sangat ramah dan menyapa pengunjung dengan senyum. Mereka juga sering kali mengobrol dengan pengunjung, sehingga membuat suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

  1. Tempat nongkrong yang asyik

Angkringan merupakan tempat nongkrong yang sangat asyik. Banyak orang datang ke angkringan untuk bertemu teman-teman, berdiskusi, atau sekadar menikmati suasana. Beberapa angkringan bahkan sering mengadakan acara musik atau pentas seni untuk menambah keasikan nongkrong di angkringan.

  1. Kultur Yogyakarta yang terjaga

Angkringan juga menjadi tempat yang mempertahankan budaya dan kultur Yogyakarta. Musik keroncong dan gamelan sering kali diputar di angkringan, sehingga pengunjung dapat merasakan kekayaan budaya Yogyakarta. Selain itu, beberapa angkringan juga menjual souvenir atau oleh-oleh khas Yogyakarta seperti gudeg, bakpia, dan kerajinan tangan.

Begitulah kehidupan di Jogja dengan sejuta Angkringannya, tak perlu resah ataupun gundah, jika lapar kamu bisa mampir di Angkringan yang biasanya terdapat di beberapa titik di kota Jogja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *