Yogyakarta, kota budaya yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia, dikenal dengan kekayaan warisan budaya dan sejarahnya yang melimpah. Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan sejumlah candi yang mempesona. Candi-candi ini tidak hanya merupakan bukti megahnya peradaban masa lampau, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan kisah-kisah yang tersembunyi di baliknya. Mari kita telusuri beberapa candi terkenal di Yogyakarta beserta sejarahnya yang menarik.

Candi Candi di Yogyakarta

1. Candi Prambanan, juga dikenal sebagai Roro Jonggrang, adalah candi Hindu terbesar di Indonesia. Terletak sekitar 17 kilometer timur laut Yogyakarta, Prambanan adalah kompleks candi yang mengagumkan dengan tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Dewa Siwa, Brahma, dan Wishnu. Candi-candi ini dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Sanjaya dan menjadi contoh luar biasa dari arsitektur Hindu-Jawa.

Legenda yang terkait dengan Candi Prambanan adalah kisah Roro Jonggrang. Menurut legenda ini, Roro Jonggrang, seorang putri yang cerdas, ia menggoda Bandung Bondowoso, seorang pangeran jahat yang telah membunuh ayah Roro Jonggrang yaitu Ratu Boko atau Raja Boko. Bandung Bondowoso sangat mencintai Roro Joggranga sehingga apapun ia lakukan termasuk menuruti permintaan Jonggrang membangun seribu candi dalam semalam. Ketika hampir selesai, Roro Jonggrang memerintahkan warganya untuk memecahkan ribuan telur untuk membuat matahari terbit palsu, yang mengakibatkan Bandung Bondowoso marah dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi terakhir. Hingga kini, Candi Prambanan tetap memancarkan keindahan dan keagungan zaman dahulu.

2.  Candi Borobudur adalah salah satu keajaiban dunia kuno dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Terletak sekitar 40 kilometer barat laut Yogyakarta, Borobudur dibangun pada abad ke-8 oleh dinasti Sailendra. Candi ini menampilkan struktur bertingkat dengan total 504 arca Buddha dan lebih dari 2.600 panel relief yang menggambarkan cerita dan ajaran agama Buddha.

Borobudur mencerminkan keahlian arsitektur yang luar biasa dan menjadi saksi bisu peradaban Buddha yang makmur di Jawa Tengah pada masa lalu. Candi ini juga memiliki makna spiritual yang mendalam, dengan tingkatan-tingkatannya mewakili perjalanan menuju pencerahan. Wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur tidak hanya terpesona oleh keindahannya yang monumental, tetapi juga merasakan ketenangan dan kedamaian yang melimpah di dalamnya.

3.  Candi Ratu Boko, terletak sekitar 18 kilometer tenggara Yogyakarta, adalah kompleks candi yang memiliki latar belakang sejarah yang unik dan memikat. Dibangun pada abad ke-8, Candi Ratu Boko diperkirakan sebagai kompleks istana kerajaan yang megah, meskipun masih ada perdebatan mengenai asal usul dan fungsi sebenarnya dari kompleks ini.

Candi Ratu Boko memiliki struktur yang menakjubkan, dengan pemandangan yang menakjubkan dari atas bukit. Terdiri dari serangkaian bangunan, termasuk pintu gerbang, aula, dan beberapa candi kecil, kompleks ini menawarkan pemandangan panorama yang memukau, terutama saat matahari terbenam. Legenda yang terkait dengan tempat ini adalah kisah cinta antara Ratu Boko, seorang Raja ayah Roro Jonggrang, dan Bandung Bondowoso, yang juga muncul dalam legenda Candi Prambanan.Ratu Boko merupakan Raksasa yang suka memakan manusia, ia memiliki anak Bernama Roro Jonggrang. Disisi lain hadir seorang kesatriya bernama Bandung Bondowoso yang membunuh Ratu Boko.

4. Candi Kalasan, juga dikenal sebagai Candi Tara, adalah candi Buddha yang terletak sekitar 13 kilometer timur laut Yogyakarta. Candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-8 oleh dinasti Syailendra. Candi Kalasan adalah contoh penting arsitektur Buddha Jawa kuno dengan pengaruh India yang kuat.

Candi Kalasan awalnya didedikasikan untuk menghormati Ratu Sri Pramodhawardhani, putri dari Wangsa Syailendra, yang menjadi pendamping spiritual Buddha Mahayana. Meskipun sebagian besar candi ini telah mengalami kerusakan, tetapi pemugaran yang dilakukan telah mengembalikan keindahan dan keanggunannya. Arsitektur yang elegan, hiasan relief yang halus, dan arca Buddha yang mempesona menjadikan Candi Kalasan sebagai destinasi yang menarik bagi para pengunjung dan peneliti.

5. Candi Sambisari, terletak sekitar 8 kilometer timur laut Yogyakarta, Candi Sambisari adalah candi Hindu yang dibangun pada awal abad ke-9 oleh dinasti Sanjaya. Candi ini sebagian besar terkubur di dalam tanah dan baru ditemukan pada tahun 1966 selama proyek penggalian. Proses pemugaran yang cermat telah mengembalikan Candi Sambisari menjadi warisan bersejarah yang penting.

Candi Sambisari memiliki struktur utama berupa candi induk yang dikelilingi oleh empat candi penjaga. Hal yang unik adalah candi ini dibangun di bawah permukaan tanah dengan akses melalui tangga. Keberadaan lingkungan yang terawat dengan baik dan hiasan relief yang menakjubkan menjadikan Candi Sambisari sebagai destinasi yang menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan atmosfer keagungan masa lalu.

6. Candi Plaosan terletak sekitar 1 kilometer sebelah timur Candi Prambanan. Candi ini terdiri dari dua kompleks utama, yaitu Plaosan Lor (Utara) dan Plaosan Kidul (Selatan). Candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-9 oleh Raja Sri Kahulunan dari dinasti Sanjaya.

Candi Plaosan menggabungkan elemen Buddha dan Hindu, dengan Plaosan Lor didedikasikan untuk Buddha dan Plaosan Kidul untuk Dewi Durga. Keberadaan candi ini menjadi saksi perpaduan harmonis antara kedua agama pada masa lampau. Relief yang halus

menghiasi dinding-dinding candi, menggambarkan adegan kehidupan sehari-hari, mitologi, dan ajaran agama.

Candi Plaosan menawarkan pengalaman yang unik bagi pengunjung dengan keindahan arsitektur dan suasana yang tenang. Kompleks candi ini dikelilingi oleh hijaunya sawah dan udara yang segar, menciptakan atmosfer yang menenangkan bagi para pengunjung yang ingin menjelajahi sejarah dan mengagumi keindahan seni rupa kuno.

7. Candi Ijo, terletak di Dukuh Groyokan, Sambirejo, Prambanan, Sleman. Candi Ijo masih merupakan bagian dari perbukitan Batur Agung 4 km arah tenggara Candi Ratu Boko. Candi Ijo berdekatan dengan wisata bekas tambang batu alam yang kini disebut Tebing Breksi. Candi ini diberinama Candi Ijo karena terletak diatas bukik bernama Gumuk Ijo. Adapun panorama yang disuguhkan ialah persawahan, alam Yogyakarta seperti Bandara Adisucipto dan Pantai Parangtritis. Bentuk candi teras berundak berasal dari sekumpulan candi  perwara pemujaan kecil. Candi utama terdapat tempat pemujaan Trimurti : Brahma, Wisnu, Siwa. dan terdapat candi perwara ditengah melindungi arca lembu Nandini, kendaraan Dewa Siwa.

Candi merupakan Warisan bersejarah

Candi-candi di Yogyakarta bukan hanya sebagai monumen bersejarah yang menakjubkan, tetapi juga merupakan warisan yang berharga bagi peradaban Jawa kuno. Keberadaan mereka menjadi bukti penting tentang kebesaran budaya dan agama yang mempengaruhi masyarakat pada masa lalu.

Mengunjungi candi-candi ini bukan hanya menyaksikan keindahan arsitektur dan seni rupa yang menawan, tetapi juga memberikan wawasan yang mendalam tentang sejarah dan perkembangan peradaban di wilayah ini. Bagi pengunjung yang ingin memahami lebih dalam tentang warisan budaya Indonesia, candi-candi di Yogyakarta adalah tempat yang tak boleh dilewatkan.

Dengan menjaga dan melestarikan candi-candi ini, kita dapat memastikan bahwa generasi mendatang juga dapat menikmati keajaiban dan kekayaan sejarah yang ditawarkan oleh candi-candi yang memukau di Yogyakarta.

Selain menarik bagi para pengunjung, candi-candi di Yogyakarta juga menjadi pusat penelitian dan studi arkeologi yang penting. Upaya pemugaran dan pelestarian dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga keaslian dan keberlanjutan candi-candi ini. Para ahli dan arkeolog bekerja sama untuk mengungkap lebih banyak pengetahuan tentang sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat pada masa lalu.

Selain itu, candi-candi di Yogyakarta juga menjadi tujuan ziarah dan tempat persembahyangan bagi umat Hindu dan Buddha. Pada hari-hari tertentu, ritual keagamaan diadakan di candi-candi ini, di mana umat berdoa dan menghormati leluhur mereka serta melaksanakan upacara keagamaan yang khas.

Pemerintah, bersama dengan pihak terkait, berperan aktif dalam menjaga dan mempromosikan candi-candi di Yogyakarta sebagai objek pariwisata yang berharga. Upaya promosi dan pengembangan infrastruktur telah dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi para pengunjung. Festival budaya, pertunjukan seni, dan acara lainnya sering diadakan di sekitar candi-candi ini untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan sejarah Yogyakarta kepada wisatawan.

Kunjungan ke candi-candi di Yogyakarta bukan hanya sekadar melihat bangunan bersejarah, tetapi juga memasuki lorong waktu yang membawa kita kembali ke masa lampau. Mereka mengajarkan kita tentang kebesaran dan keindahan yang ada dalam peradaban kuno, serta memberikan pemahaman yang lebih baik tentang identitas budaya kita sebagai bangsa Indonesia.

Dalam rangka menjaga warisan budaya ini, penting bagi kita semua untuk menjaga dan melestarikan candi-candi ini dengan menjaga kebersihan, menghormati aturan yang berlaku, dan tidak merusak atau mencuri artefak bersejarah. Keterlibatan masyarakat setempat dalam pelestarian dan pengelolaan candi-candi ini juga sangat penting agar mereka dapat terus menjadi aset berharga bagi generasi mendatang.

Dengan menjaga dan menghormati candi-candi di Yogyakarta, kita dapat merayakan warisan budaya kita sendiri sambil memperkaya pemahaman kita tentang sejarah dan peradaban manusia. Candi-candi ini tetap menjadi saksi bisu dari masa lalu yang mempesona dan mengundang kita untuk mengungkap lebih banyak misteri yang tersembunyi di balik tembok mereka yang berusia ribuan tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *